Infotopik- id, Samarinda – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda bersiap menggelar pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) XXXV pada Jumat, 24 Juli 2026 pukul 19.00 WITA di Aula Bapperida Kota Samarinda. Ketua PC PMII Samarinda, Taufikuddin, mengundang seluruh kader, alumni, dan warga pergerakan untuk hadir serta berpartisipasi menyukseskan agenda tersebut.
Konfercab merupakan forum tertinggi di tingkat cabang yang menjadi wadah evaluasi organisasi, penyusunan arah kebijakan, sekaligus proses regenerasi kepemimpinan PMII Samarinda. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang musyawarah yang mampu memperkuat peran kader dalam menghadapi tantangan kemahasiswaan, sosial, dan kebangsaan.
Taufikuddin menegaskan, Konfercab tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum memperkuat nilai-nilai demokrasi dan kaderisasi di tubuh organisasi.
“Konfercab merupakan forum tertinggi di tingkat cabang yang harus kita sukseskan bersama. Saya mengajak seluruh kader, alumni, dan warga pergerakan untuk hadir dalam pembukaan sebagai bentuk dukungan terhadap proses kaderisasi dan demokrasi organisasi yang sehat,” ujarnya.
Ia menambahkan, tema “Bersama Menciptakan Konfercab yang Inklusif, Demokratis, dan Berkualitas” diharapkan menjadi semangat bersama dalam membangun suasana musyawarah yang menjunjung tinggi persatuan, kekeluargaan, dan menghasilkan kepemimpinan yang amanah serta visioner.
Menurutnya, PMII Samarinda harus terus berkembang sebagai organisasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan semangat kebangsaan yang menjadi landasan perjuangan PMII.
Melalui Konfercab XXXV, diharapkan lahir gagasan-gagasan strategis yang dapat memperkuat kontribusi PMII Samarinda sebagai mitra kritis pemerintah sekaligus agen perubahan bagi masyarakat. Kehadiran seluruh kader dan alumni pada pembukaan juga diharapkan semakin mempererat silaturahmi serta memperkokoh solidaritas organisasi menjelang terpilihnya kepemimpinan baru.






